Selamat Jalan JH Prynne, Penyair Legendaris Inggris
Industri sastra Inggris kehilangan salah satu tokoh paling berpengaruhnya, JH Prynne. Penyair yang dikenal karena karya-karya inovatifnya ini menghembuskan napas terakhirnya pada 22 April, saat berusia 89 tahun. JH Prynne, seorang figure ‘maverick’ dalam dunia puisi, meninggalkan jejak yang mendalam di ranah sastra, terutama berkat cara uniknya dalam mengekspresikan ide serta emosinya melalui bait-bait puitis. Nama JH Prynne akan selalu diingat sebagai salah satu penyair terkemuka yang memperkaya budaya sastra dunia.
Peter Gizzi, seorang penyair asal Amerika yang turut memperkenalkan edisi ulang koleksi puisi yang sangat dihargai, The White Stones, menyebut Prynne sebagai “manusia luar biasa dan penyair yang orisinal.” Gizzi menambahkan, “Kata ‘jenius’ sering digunakan, namun jika ada yang benar-benar pantas disebut demikian, dia adalah orangnya.” Ungkapan ini mencerminkan pengaruh yang begitu kuat dari karya dan kepribadian Prynne di mata rekan-rekan sesama penyair.
Awal Kehidupan dan Karir Prynne
Jeremy Halvard Prynne lahir di Bromley, Kent pada bulan Juni 1936. Ia sempat menjalani wajib militer selama dua tahun sebelum melanjutkan studi bahasa Inggris di Universitas Cambridge, di mana ia lulus pada tahun 1960. Setelah meraih gelar, Prynne sempat menjalani fellowship di Harvard sebelum kembali ke Cambridge, di mana dia menjadi fellow di Gonville dan Caius College dan menjabat sebagai pustakawan selama 37 tahun.
Koleksi puisinya yang pertama, Force of Circumstance and Other Poems, dirilis pada tahun 1962. Sebuah koleksi kedua, Kitchen Poems, muncul pada tahun 1968. Mengambil inspirasi dari berbagai penyair besar, termasuk Charles Olson, Prynne menjadi jembatan antara puisi posmodern Amerika dan budaya puisi Inggris, memberikan angin segar bagi perkembangan sastra Inggris.
Pujian dan Tanggapan terhadap Karya Prynne
Karya-karya Prynne memang dikenal menantang, seperti yang diungkapkan oleh banyak penggemar dan kritikus. “Apakah kita ‘memahami’ puisi Prynne atau tidak, kami sudah menjadi pengagum setia,” kata novelis Inggris, Geoff Nicholson. Poin ini menegaskan daya tarik yang lebih dalam dari karya-karya Prynne yang penuh dengan makna dan simbolisme.
Meski sempat mengalami kesulitan memahami puisi Prynne, jurnalis John Simpson mengatakan bahwa Prynne adalah sosok yang “menawan, cerdas, dan elegan.” Ia juga mengaku tetap tidak bisa memahami puisi-puisi Prynne, tapi hal itu tidak mengurangi rasa hormatnya terhadap penyair tersebut. Karya-karya Prynne memang dapat dianggap sebagai tantangan, namun justru di sinilah letak pesonanya.
Volume Puisi Terbaru dan Warisan Prynne
Karya Prynne telah dikumpulkan dalam dua volume yang berjudul Poems, di mana volume kedua dijadwalkan rilis pada tahun 2024. “Mengingat ekspektasi akan update dari Poems yang monumental, hadirnya lebih dari 700 halaman karya baru menjadi sebuah kejutan yang luar biasa,” tulis David Wheatley dalam sebuah ulasan. Ini menunjukkan betapa produktifnya Prynne meski banyak dari karyanya tak mendapat sorotan besar.
Bahkan di luar Cambridge, Prynne memberikan kontribusi anggun melalui pengajaran dan kuliah di beberapa universitas lainnya, termasuk di Universitas Sun Yat-sen di Guangzhou, China. Selain puisi, Prynne juga mempublikasikan berbagai kuliah dan kritik mengenai banyak topik, dari Willem de Kooning hingga Shakespeare, yang semakin memperkaya khazanah sastra.
Kepribadian dan Pengaruh Prynne
Prynne dikenal tidak hanya karena kepiawaiannya dalam menulis, namun juga karena kedermawanan dan sikap rendah hatinya. “Kedermawanannya sangat terkenal; pengajarannya adalah sesuatu yang legendaris,” kata Gizzi. Prynne, meski dikenal akan kecerdasannya yang menakjubkan, senantiasa bersikap sederhana dan penuh kebaikan. Ini adalah bagian dari warisan terpenting yang ia tinggalkan.
Pupusnya Prynne adalah sebuah kehilangan besar bagi dunia sastra, terutama karena ketulusan dan keunikan yang selalu ia tunjukkan dalam karyanya. Banyak yang berpendapat bahwa dunia puisi Inggris kini akan merasakan dampak dari kepergian salah satu penyair terhebatnya.
Dengan demikian, meskipun JH Prynne telah tiada, karya-karyanya tetap hidup dan terus menginspirasi banyak orang. Ia akan selalu dikenang sebagai sosok yang telah memberikan warna dan makna dalam kehidupan sastra dunia, serta sebagai pengingat akan kekuatan kata-kata dalam menyampaikan emosi dan pandangan hidup.


