Stella McCartney Rilis Koleksi Ramah Lingkungan Bersama H&M

Stella McCartney Rilis Koleksi Ramah Lingkungan Bersama H&M

Stella McCartney dan Koleksi Sustainable Terbarunya Bersama H&M

Desainer fashion mewah asal Inggris, Stella McCartney, kembali menggebrak industri mode dengan kolaborasi terbarunya bersama H&M. Koleksi yang sepenuhnya berfokus pada keberlanjutan ini bakal hadir di pasaran mulai Mei mendatang. Stella McCartney, yang dikenal tak menggunakan bahan kulit, bulu, atau bulu hewan dalam setiap karyanya, kali ini menawarkan aksesibilitas baru bagi para pecinta fashion di seluruh dunia.

Koleksi kali ini tidak hanya menarik perhatian berkat desainnya yang stylish, tetapi juga mendorong kesadaran akan fashion yang lebih ramah lingkungan. Antara produk unggulannya ada kaos bertuliskan “Rock Royalty” yang dibanderol seharga £37.99, terinspirasi dari penampilannya di Met Gala tahun 1999. Di samping itu, juga ada blazer oversize bergaris yang stylish seharga £259.99 dan celana senada seharga £139.99, yang semuanya diproduksi dengan standar wol bertanggung jawab.

Karya Ikonis yang Terjangkau

Menghadirkan karya-karya ikonis dengan harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu tujuan utama Stella. Ia menyatakan, “Saya membenci bagaimana elitnya industri fashion ini. Saya ingin audiens yang lebih muda dan luas bisa mengakses kreasi saya. Banyak orang yang mengaku menyukai pekerjaan saya tetapi merasa tidak mampu membelinya.”

Selain itu, koleksinya juga menampilkan tas Falabella yang terkenal sebagai tas vegan pertama yang diluncurkan pada tahun 2009, kali ini menggunakan poliamida daur ulang untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. McCartney menegaskan, meskipun harganya tidak tergolong murah, sosok desainer ini ingin menciptakan peluang bagi lebih banyak orang untuk menikmati fashion yang berkelanjutan.

Transparansi dalam Keberlanjutan

Ini adalah kolaborasi kedua antara Stella dan H&M setelah keberhasilan besar yang diraih koleksi pertama mereka 21 tahun yang lalu, yang habis terjual dalam sehari.
“Koleksi ini ditujukan bagi mereka yang belum memahami apa itu keberlanjutan,” ungkap McCartney. Setiap produk dilengkapi dengan label yang menjelaskan bahan baku yang digunakan. Misalnya, hiasan pada sweater glitter menggunakan manik-manik dari 80% kaca daur ulang, sementara jaket dengan efek python memanfaatkan plastik yang berasal dari minyak nabati dan limbah pertanian.

Stella menekankan pentingnya menyadarkan publik bahwa fashion adalah salah satu industri paling merusak bagi planet kita. Namun, kolaborasi ini juga menuai kritik karena H&M dikenal dengan model bisnis fast fashion yang dianggap bisa mengarah ke praktik ‘greenwashing’.

Strategi Infiltrasi dan Perubahan

McCartney sendiri mengakui bahwa ia sempat meragukan kemitraan ini ketika ditawari untuk kolaborasi pertama. Namun, ia akhirnya memutuskan bahwa penting untuk berdialog dengan brand besar seperti H&M agar mereka beranjak ke cara kerja yang lebih berkesadaran. Ann-Sofie Johansson, penasihat kreatif H&M, bahkan mengakui bahwa berkat kolaborasi dengan Stella, kini H&M telah menggunakan kapas organik dan kapas daur ulang dalam produk mereka.

McCartney berharap bisa memperkenalkan pemasok yang mendukung keberlanjutan saat H&M memesan koleksi ini, yang dapat memberikan dampak berarti bagi inovator di industri fashion. Di sisi lain, langkah-langkah keberlanjutan sebelumnya yang diambil H&M termasuk peluncuran layanan perbaikan di beberapa toko dan inisiatif pengambilan pakaian.

Bahkan, meskipun dalam beberapa laporan terbaru disebutkan bahwa ada pakaian yang dikumpulkan dari ritel seperti H&M yang dibuang di hutan lindung di Ghana, McCartney tetap optimis bahwa kesadaran akan keberlanjutan akan terus berkembang seiring berjalannya waktu.

berita terbaru

Kolaborasi Stella McCartney dengan H&M bukan hanya sekedar peluncuran koleksi fesyen, melainkan juga gerakan yang mencerminkan harapan akan masa depan fashion yang lebih berkelanjutan. Dengan menghadirkan produk berimpak positif bagi lingkungan sekaligus accessible bagi banyak kalangan, Stella menunjukkan bahwa fashion dan keberlanjutan bisa berjalan beriringan. Apa pendapat kamu tentang langkah ini? Mari kita nantikan peluncuran resminya di bulan Mei!

Leave a Reply

To top