Hilma Af Klint dan Ekshibisi Penyelamatan Seni Abstrak Wanita

Hilma Af Klint dan Ekshibisi Penyelamatan Seni Abstrak Wanita

Hilma af Klint: Seniman Langka yang Akhirnya Mendapat Pengakuan

Hilma af Klint, seorang seniman asal Swedia, meninggal dengan kepercayaan bahwa dunia belum siap untuk menerima lukisan-lukisan mistis yang akan mengguncang dunia seni beberapa dekade kemudian. Kini, setelah lebih dari 80 tahun sejak kepergiannya, Hilma af Klint akan mendapatkan pameran tunggal pertamanya di Prancis. Ini adalah berita yang menggembirakan bagi pecinta seni dan menjadi sorotan penting bagi sejarah seni modern, terutama dalam konteks pengakuan terhadap peran perempuan dalam seni abstrak.

Selama hidupnya, Hilma af Klint tidak mencari pengakuan setelah banyak karyanya ditolak oleh rekan-rekannya. Sebagai langkah preventif, ia bahkan menyuruh agar karya-karyanya disembunyikan selama 20 tahun setelah kematiannya dan tidak pernah dijual. Keputusan ini menunjukkan betapa dalamnya keyakinannya akan nilai karyanya. Pameran yang diselenggarakan oleh Grand Palais dan Pompidou Centre ini akan merayakan karya terpentingnya, “Paintings for the Temple”, yang dihasilkan saat ia bergabung dalam kelompok spiritual perempuan dengan visi utopis.

Pameran Bersejarah yang Mengubah Narasi Seni Abstrak

Kurator pameran, Pascal Rousseau, menyatakan bahwa Hilma af Klint telah lama terabaikan di Prancis, dan pameran ini menjadi bagian dari evaluasi kembali tentang karya-karya seniman tersebut serta peran perempuan dalam seni modern. “Pameran ini menyoroti berbagai sumber inspirasi dalam karyanya dan mempertanyakan bagaimana sejarah seni telah lama mengabaikan seniman perempuan dan sumbangan mereka terhadap gerakan dasar,” jelas Rousseau.

Sayangnya, nama Hilma af Klint belum sepopuler rekan pria seperti Wassily Kandinsky, Piet Mondrian, dan Kazimir Malevich, yang mengklaim sebagai pelopor seni abstrak. Padahal, karya-karya Hilma menunjukkan bahwa ia adalah yang pertama dalam banyak hal, bahkan beberapa dekade lebih awal. Ketika karyanya akhirnya dipamerkan di luar Swedia pada tahun 1980-an, banyak buku sejarah seni harus ditulis ulang.

Perjalanan Hidup dan Karya Hilma af Klint

Hilma af Klint lahir pada tahun 1862 dan merupakan salah satu wanita pertama yang diterima di Akademi Seni Rupa Kerajaan Stockholm. Ia mengembangkan bakatnya sebagai pelukis klasik dan menghasilkan banyak karya terbaiknya saat menjadi anggota Theosophical Society serta kelompok spiritual “the Five”, yang dibentuknya bersama empat wanita lainnya. Aliran teosofi yang muncul di akhir abad ke-19 sering dikaitkan dengan kepercayaan esoterik dan supernatural.

Rousseau menambahkan, Hilma af Klint percaya pada adanya makhluk halus, reinkarnasi, dan pesan dari dunia lain. “Itu adalah obsesi gila yang berlangsung selama 30 tahun, tetapi yang luar biasa adalah apa yang dia lakukan dengan hal itu, menghasilkan karya yang sangat orisinal dan inovatif,” katanya. Ia menghasilkan lukisan klasik dan potret, tetapi banyak karyanya yang bersifat spiritual disimpan rapat-rapat karena ia yakin dunia tidak akan memahami tanda-tanda rahasia dan kode misterius di dalamnya.

Karya yang Tersembunyi dan Akhirnya Terungkap

Setidaknya satu museum di Stockholm menolak untuk memamerkan karya pelukis perempuan, dan ketika Hilma mencoba menunjukkan karyanya kepada filsuf dan seniman Rudolf Steiner pada tahun 1908, responnya tidak antusias. Sebelum meninggal dunia pada tahun 1944, Hilma menginstruksikan agar lebih dari 1.200 lukisan dan 126 buku sketsa yang diilustrasi tidak dipamerkan selama 20 tahun dan tidak dijual.

Pakar seni Prof. Caroline Levisse menjelaskan bahwa Hilma af Klint merasa di atas kepentingan duniawi dan secara sadar memilih untuk tidak menjangkau rekan-rekannya, yang membuatnya semakin terlupakan. “Dia sebenarnya tidak ingin dipamerkan di museum, dia ingin karyanya berada di dalam sebuah kuil. Spiritualitas lah yang memang menarik baginya,” ujarnya.

Baru pada tahun 1986, pameran besar berlangsung di Los Angeles dan membawa nama Hilma af Klint kepada publik secara lebih luas. Pameran pada tahun 2013 di Stockholm yang menampilkan 230 karyanya laris manis dan mendapatkan perhatian internasional. Tak lama kemudian, biografi tentangnya diterbitkan pada tahun 2022 dan tahun berikutnya, kisahnya diangkat dalam film yang dinominasikan Oscar.

Pameran di Paris: Kesempatan untuk Menyaksikan Karya Monumental

Pameran yang sedang berlangsung di Paris menghimpun beberapa karya terkenal Hilma af Klint, salah satunya adalah “The Ten Largest”, serangkaian lukisan besar yang masing-masing berukuran hampir 10 kaki persegi. Namun, perlu diingat bahwa lukisan-lukisan ini sangat rapuh dan membutuhkan restorasi, sehingga pameran ini mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk melihat karya-karya tersebut dalam waktu dekat.

Dengan pameran ini, kita tidak hanya memperkenalkan kembali Hilma af Klint kepada dunia seni, tetapi juga ikut berkontribusi dalam re-evaluasi sejarah seni modern dan pengakuan terhadap seniman-seniman perempuan yang sering terabaikan. Ini adalah langkah penting untuk memperluas wacana seni dan menjawab pertanyaan penting tentang bagaimana sejarah seni ditulis.

Bagi pecinta seni, peluang untuk melihat karya Hilma af Klint di Paris merupakan kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Mari kita sambut kembalinya salah satu pelopor seni abstrak ini dan berikan penghormatan yang layak bagi kontribusinya di dunia seni.

berita terbaru

Leave a Reply

To top