Cannes Beralih ke Dunia: 7 Film Non-Hollywood Paling Ditunggu

Cannes Beralih ke Dunia: 7 Film Non-Hollywood Paling Ditunggu

Ketertarikan Eropa pada Hollywood di Cannes 2023

Cannes Film Festival kembali membuat geger dunia entertainment dengan pengumuman seleksi filmnya untuk tahun 2023. Apakah Eropa mulai kehilangan ketertarikan pada Hollywood? Apakah Cannes akan bertransformasi menjadi festival non-Amerika seperti yang terlihat pada hubungan NATO? Pertanyaan-pertanyaan ini akan menyelimuti pembahasan festival yang berfokus pada sineas-sineas dunia seperti Pedro Almodovar, Cristian Mungiu, dan Asghar Farhadi. Dengan pilihan film yang cenderung menjauh dari Hollywood, festival ini menunjukkan bahwa kina mereka lebih fokus pada karya-karya internasional yang sangat relevan.

Tidak seperti tahun lalu yang dimeriahkan oleh aksi Tom Cruise dalam film “Mission: Impossible”, tahun ini kita melihat kehadiran nama-nama besar yang membawa warna segar. Di luar kompetisi, kita akan melihat karya dari Andy Garcia yang menyutradarai dan berperan dalam drama kriminal bertajuk “Diamond”. Sedangkan John Travolta juga menunjukkan ketertarikan pada dunia penerbangan melalui film “Propeller One-Way Night Coach”, yang merupakan adaptasi dari novel miliknya sendiri. Namun, di sisi lain, belum ada sutradara asal Inggris yang diumumkan sejauh ini, meski Paweł Pawlikowski dari Polandia bisa dibilang memiliki beberapa ikatan dengan Inggris karena sempat tinggal di sini lama.

Festival yang Menjaga Tradisi

Festival ini tidak hanya sekadar tentang film, tetapi juga mencerminkan isu-isu penting yang ada di masyarakat. Di bawah arahan Thierry Frémaux, Cannes tetap menolak film yang hanya tayang di platform streaming, dan hal ini terbukti tepat dengan banyak film yang berhasil meraih penghargaan di Oscar. Selain itu, di tengah debat tentang kecerdasan buatan (AI), Cannes tampaknya lebih fleksibel. Contohnya, film dokumenter besutan Steven Soderbergh berjudul “John Lennon: The Last Interview” menggunakan AI untuk merekonstruksi wawancara terakhir Lennon dan Yoko Ono sebelum tragedi menikam sang musisi. Beberapa penonton merasa tertarik, sementara yang lain merasa khawatir tentang penggunaan teknologi ini.

Sekilas, sepertinya ada dominasinya sutradara pria dibandingkan wanita dalam daftar film tahun ini, meskipun seleksi masih belum final. Pada sisi politik, semua mata tertuju pada “Minotaur” karya sutradara Rusia Andrey Zvyagintsev, yang pernah dapat pujian tinggi dari Vladimir Putin, namun kini hidup dalam pengasingan di Prancis. Filmnya dikabarkan mengisahkan tentang seorang pebisnis Rusia yang dihadapkan pada konflik internal yang mendalam, menciptakan konteks politik yang tidak bisa diabaikan.

Film-Film yang Mencerminkan Konflik dan Warisan Budaya

Kisah-kisah yang melibatkan kompleksitas geopolitik seperti yang terlihat di Timur Tengah tampaknya tidak menjadi fokus utama tahun ini. Misalnya, Asghar Farhadi yang dikenal kritikus tajam terhadap pemerintah Iran, kembali bersaing dengan film “Parallel Tales” yang berlatar di Prancis, mengisyaratkan ketidakikutsertaannya di industri film Iran saat ini. Kemasukan Isabelle Huppert dan Catherine Deneuve sebagai ikon red carpet Cannes menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari festival ini. Deneuve sendiri juga akan muncul dalam film “Gentle Monster”.

Tema sejarah Perang Prancis tampak menonjol dalam film-film dalam kompetisi, seperti “Moulin” karya László Nemes yang menghadirkan Lars Eidinger berperan sebagai Klaus Barbie. Selain itu, “Notre Salut” yang disutradarai Emmanuel Marre mengambil latar di Prancis Vichy, sedangkan “Coward” dari Lukas Dhont menggambarkan perjuangan seorang tentara Belgia di parit selama Perang Dunia Pertama.

Pergeseran Tematik di Cannes

Ketika kita memeriksa tema yang ada, tampaknya Cannes akan kembali menyoroti ketidakadilan sosial yang tersembunyi di balik kehidupan bourgeois yang tenang. Dalam “Fjord” karya Cristian Mungiu, kita akan diperlihatkan kisah sepasang suami istri yang berusaha memiliki kehidupan ideal di Norwegia, tetapi ia dihadapkan pada pengalaman yang jauh dari harapan mereka.

Di luar kompetisi, kita juga akan dihadapkan pada film “Her Private Hell” oleh Nicolas Winding Refn yang pasti akan membawa banyak kejutan. Sementara itu, dalam kategori Un Certain Regard, film “Teenage Sex and Death at Camp Miasma” oleh Jane Schoenbrun berjanji akan menjadi salah satu yang paling menarik tahun ini, mengguncang suasana festival dengan elemen queer slasher yang baru.

Dengan semua perkembangan ini, jelas bahwa Cannes tahun ini menawarkan banyak hal menarik yang patut ditunggu. Dari penceritaan yang mendalam tentang isu-isu global hingga penekanan pada kekuatan dunia sinema yang lebih luas, festival ini semakin menegaskan posisinya sebagai rohani dari dunia film. Bagi para penggemar film, ini adalah momen penting untuk menyaksikan karya-karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah pemikiran. Apakah film yang dipilih tahun ini akan membawa angin baru bagi sinema dunia? Kita tunggu saja update berikutnya.

berita terbaru

Leave a Reply

To top