Tragedi di Balik Kesuksesan Turnstile
Berita tentang Brady Ebert, mantan gitaris dari band hardcore pemenang Grammy, Turnstile, baru-baru ini menggemparkan jagat entertainment. Ebert kini menghadapi tuduhan percobaan pembunuhan derajat kedua setelah insiden yang melibatkan ayah dari vokalis band ini, Brendan Yates. Kasus ini bukan hanya mengguncang penggemar musik, tetapi juga menunjukkan sisi gelap industri musik yang tak terduga.
Menurut laporan terbaru, pada tanggal 29 Maret, William Yates, ayah dari Brendan, ditemukan di luar rumahnya dengan luka serius, termasuk patah tulang di kakinya. Kejadian ini terjadi setelah Ebert, yang saat itu berusia 33 tahun, diduga menyetir mobilnya dan menabrak William Yates saat yang bersangkutan berusaha menghindar. Ini menambah lapisan kontroversi di balik karir Turnstile yang telah dikenal luas sebagai salah satu band hardcore terkemuka saat ini.
Insiden Menghebohkan di Baltimore
Insiden tersebut terjadi ketika Ebert, datang ke rumah Yates sambil membunyikan klakson dan mengumpat, kemudian pergi, namun kembali untuk menyerang. Ketika Yates melempar batu ke arah mobil Ebert, dia malah menabrak Yates. Menurut saksi, Ebert bahkan kembali untuk mengatakan bahwa Yates “layak mendapatkannya”. Aksi ini menjadi sorotan karena menunjukkan tindakan yang sangat ekstrem dari seorang musisi yang dulunya dihormati.
Setelah kejadian tersebut, Ebert ditangkap pada 31 Maret dan ditahan tanpa jaminan. Meskipun Ebert membantah semua tuduhan dan mengklaim bahwa rekaman pengawasan akan membuktikan sebaliknya, hakim di pengadilan tidak terkesan dengan pembelaannya. Dia menggambarkan tindakan Ebert sebagai kekerasan yang terarah dan berbahaya.
Kondisi Kesehatan William Yates
Di tengah situasi yang menegangkan ini, band Turnstile mengkonfirmasi bahwa William Yates sedang dalam proses pemulihan pasca-operasi akibat trauma fisik yang serius pada kakinya. Mereka menyatakan rasa syukur bahwa Yates masih selamat dan berharap agar keadaan membaik. Bantuan dari keluarga serta penggemar tentu menjadi angin segar bagi Yates dalam masa pemulihan.
Sejarah dan Perpecahan Bersama Turnstile
Brady Ebert adalah salah satu pendiri Turnstile yang terbentuk pada tahun 2010 dan merupakan teman masa kecil Brendan Yates. Namun, jalan mereka terpisah pada tahun 2022. Setelah berbagai perilaku yang merugikan hubungan di dalam band, Turnstile akhirnya mengambil keputusan untuk memutuskan hubungan dengan Ebert. Mereka menyampaikan bahwa setelah menyadari tidak ada jalan untuk membantu Ebert, mereka harus menarik batasan ketika komunikasi yang sehat tidak lagi mungkin.
Pernyataan resmi dari Turnstile mengungkapkan bahwa perilaku Ebert selalu diperhatikan dan dibicarakan. Mereka menyatakan bahwa “setelah menghabiskan semua sumber daya untuk membantunya mendapatkan bantuan dan pemulihan, batasan harus ditetapkan.” Ini menunjukkan bahwa meskipun Ebert adalah bagian dari sejarah Turnstile, keselamatan dan kesejahteraan anggota band lainnya adalah prioritas utama.
Karier dan Kontroversi Ebert setelah Turnstile
Setahun setelah kepergiannya dari Turnstile, Ebert membentuk band baru bernama Self-Evident Truth. Namun, keberadaannya di band tersebut tidak bertahan lama. Ia diusir setelah memposting klaim tentang keuangan Turnstile dan menduga bahwa anggota band lain telah mengajukan perintah perlindungan terhadapnya. Pada Agustus 2022, pengadilan distrik Maryland menolak permohonan perintah perlindungan tersebut, memandang tidak ada dasar hukum untuk tindakan itu.
Turnstile kemudian menyatakan bahwa “penghujatan tanpa dasar” yang dilontarkan Ebert di publik telah berlangsung selama bertahun-tahun. Mereka memilih untuk tidak merespons secara langsung karena ingin melindungi privasi Ebert dan masalah yang terjadi di balik layar. Namun, dengan meningkatnya ancaman dari Ebert, mereka merasa terpaksa untuk bersikap lebih tegas.
Turnstile: Sukses di Tengah Kontroversi
Meski di tengah situasi yang mengerikan ini, Turnstile tetap melanjutkan kesuksesannya. Band ini dikenal sebagai salah satu grup hardcore terkemuka generasi ini dengan dua penghargaan Grammy dan beberapa nominasi. Album keempat mereka, “Never Enough,” dirilis pada tahun 2025 dan mencapai peringkat 9 di AS dan 11 di Inggris, meskipun tanpa kehadiran Ebert dalam album tersebut.
Rilisan terbaru mereka memperkenalkan Meg Mills sebagai gitaris baru, dan juga menampilkan kolaborasi dengan berbagai musisi terkenal seperti Hayley Williams dari Paramore dan Dev Hynes (Blood Orange). Ini menunjukkan bahwa meskipun kehilangan salah satu pendirinya, Turnstile mampu beradaptasi dan terus berkarya.
Dalam mengeksplorasi kontroversi yang melibatkan Brady Ebert, kita tidak bisa mengabaikan dampak sosial dan emosionalnya. Kasus ini menggugah banyak perenungan tentang bagaimana industri musik, meskipun dipenuhi kesuksesan, juga bisa menjadi arena berbahaya ketika masalah pribadi muncul. Dengan berita terbaru ini, kita bisa berharap bahwa setiap langkah ke depan tidak hanya akan membawa prestasi, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental dan perilaku dalam komunitas musik.
Berita terbaru dalam dunia musik penting untuk diperhatikan, terutama saat artis yang kita hormati menghadapi tantangan luar biasa. Mengingat beragam dilema yang dihadapi para musisi, semoga kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua.


