Kengo Kuma Desain Sayap Baru National Gallery yang Megah

Kengo Kuma Desain Sayap Baru National Gallery yang Megah

Transformasi Besar National Gallery Tak Terpisahkan dari Dedikasi Kengo Kuma

National Gallery di London baru saja mengumumkan rencana transformasi terbesarnya dalam sejarah 200 tahun yang akan datang. Proyek ini akan dikerjakan oleh arsitek terkenal asal Jepang, Kengo Kuma, yang juga dikenal luas berkat desain Stadion Olimpiade Tokyo. Dalam update terbaru ini, National Gallery berencana untuk memperluas koleksinya dengan menggandeng seni dari abad ke-20 dan ke-21, menciptakan pengalaman unik bagi para pengunjung seni di seluruh dunia.

Pada tahun depan, pameran di National Gallery akan menampilkan sejarah lengkap lukisan dalam tradisi Barat, menjadikannya museum pertama dan satu-satunya di dunia yang fokus pada karya seni seperti ini. Sejak dahulu, National Gallery kurang mengoleksi lukisan-lukisan yang dihasilkan setelah tahun 1900 akibat perjanjian dengan Tate, yang hanya mengangkat seni modern. Kini, dengan proyek ambisius ini, akan ada perubahan yang signifikan dalam cara kita melihat dan menikmati seni.

Proyek Domani dan Arsitektur yang Memukau

Proyek baru ini dinamakan Project Domani, yang bertujuan untuk merombak pengalaman pengunjung dan memperluas koleksi lukisan yang ada. Sebelumnya, National Gallery telah mengadakan kompetisi arsitektur internasional untuk memilih desain terbaik untuk sayap baru ini. Dari 65 pengajuan yang diterima, Kengo Kuma dan timnya berhasil terpilih menjadi pemenang dengan desain yang dianggap sangat baik oleh panitia juri.

Desain yang menang ini tidak hanya dinilai inovatif, tetapi juga sangat sensitif terhadap eksterior Grade I yang sudah ada. John Booth, ketua dewan pengawas National Gallery, bahkan menjelaskan bahwa desain baru ini diharapkan dapat menyatukan dua ruang terbuka penting di London, yaitu Leicester dan Trafalgar Squares, dengan menciptakan ruang publik baru yang mengundang.

Kengo Kuma: Kontroversi dan Inovasi

Kengo Kuma, yang kini berusia 71 tahun, bukanlah orang baru dalam dunia arsitektur. Desainnya untuk V&A Dundee yang dibuka pada 2018 mendapat sambutan hangat. Namun, baru-baru ini, desainnya untuk bangunan tambahan di sebuah katedral tua di Prancis justru menuai kritik, dengan beberapa pihak menyebutnya sebagai “kutil”. Dari situ, kita bisa lihat bagaimana perjalanan sang arsitek kadang tak lepas dari pro dan kontra.

Sayap baru National Gallery ini akan dibangun di lokasi yang sudah dibeli galeri tersebut 30 tahun lalu, yang saat ini diisi oleh hotel dan kompleks perkantoran. Proyek ini merupakan bagian dari kampanye senilai £750 juta yang bertujuan untuk mendefinisikan kembali National Gallery untuk satu abad ke depan. Dengan investasi keuangan yang telah terkumpul mencapai £375 juta, proyek ini diharapkan membawa hal baru bagi dunia seni.

Investasi Besar untuk Masa Depan Seni

Pendanaan untuk Project Domani berasal dari berbagai donor, termasuk dari yayasan Crankstart yang dipimpin oleh Michael Moritz dan istrinya, Harriet Heyman, yang masing-masing memberikan £150 juta. Yayasan Julia Rausing Trust juga menyumbang jumlah yang sama. Hal ini menunjukkan betapa strategisnya proyek ini dalam dunia seni, baik di Inggris maupun di seluruh dunia.

Meski telah mengumpulkan dana yang besar, National Gallery masih menghadapi defisit sebesar £8,2 juta, yang berpotensi menyebabkan pengurangan pekerjaan, lebih sedikit pameran, harga tiket yang lebih tinggi, serta terbatasnya peminjaman karya seni dari galeri internasional.

Sejarah dan Penghargaan Arsitektur

Menariknya, pemilihan Kengo Kuma sebagai arsitek proyek ini juga mengingatkan kita pada sejarah pemilihan arsitektur di National Gallery. Sebelumnya, pada tahun 1982, pilihan arsitek untuk sayap Sainsbury yang sekarang dikenal telah dibatalkan karena kritik dari Pangeran Charles, yang menyebut desainnya sebagai “kutil yang mengerikan”. Namun sekarang, juri melihat bahwa desain Kuma adalah “inovatif dan indah”, memenuhi ambisi yang diinginkan untuk proyek galeri internasional.

Desain sayap baru ini tidak hanya berfungsi sebagai tambahan ruang pamer, tetapi juga memperlihatkan pendekatan yang ramah lingkungan dengan kehadiran taman atap dan keberadaan pohon-pohon. Ini bukan hanya tentang menunjukkan seni, tetapi juga menciptakan pengalaman publik yang lebih baik bagi masyarakat.

Dengan semua perubahan ini, National Gallery tidak hanya menjadi tempat untuk melihat karya seni, tetapi juga menjadi simbol inovasi dan kemajuan dalam dunia seni rupa. Pengunjung diharapkan dapat menikmati perjalanan sejarah lukisan yang lebih beragam dan komprehensif di masa depan.

berita terbaru

Transformasi National Gallery ini sangat penting dalam upaya memperkaya pengalaman seni di London dan memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan proyek ini, seni tidak lagi hanya menjadi barang mahal yang terpajang, tetapi sebuah pengalaman yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Leave a Reply

To top