Laju Penggunaan Layar Anak Meningkat Drastis Pasca Pandemi

Laju Penggunaan Layar Anak Meningkat Drastis Pasca Pandemi

Penggunaan layar di kalangan anak dan remaja meningkat secara signifikan dalam tiga dekade terakhir, terutama setelah pandemi COVID-19. Sebuah tinjauan sistematis terbaru dari Universitas Turku, Finlandia, mengungkapkan data mengejutkan terkait lonjakan penggunaan layar ini. Tinjauan ini menjadi yang pertama memberikan gambaran menyeluruh mengenai tren jangka panjang dalam penggunaan waktu layar di kalangan individu berusia 0-19 tahun, baik sebelum maupun setelah pandemi.

Dari analisis 60 studi yang ditinjau oleh rekan-rekan peneliti, terungkap bahwa cara penggunaan layar telah berubah drastis, yang sebelumnya didominasi oleh televisi kini beralih ke perangkat digital yang lebih interaktif dan personal, seperti smartphone dan video game. Peneliti postdoctoral Yuko Mori mengungkapkan bahwa saat ini, penonton TV justru mengalami penurunan yang signifikan, meskipun banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar perangkat lainnya.

Krisis Siswa Selama Pandemi Memperburuk Ketergantungan pada Layar

Sebelum pandemi, hasil penelitian mengenai penggunaan layar menunjukkan gambaran yang campur aduk, dengan beberapa penelitian mencatat tren peningkatan, sementara yang lain menunjukkan hasil yang beragam. Namun, mayoritas penelitian setelah pandemi menunjukkan peningkatan dramatis dalam total dan waktu luang yang dihabiskan di depan layar. Secara umum, anak-anak yang lebih tua dan remaja melaporkan penggunaan layar yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang lebih muda.

Menurut Sanju Silwal, rekan penulis yang juga merupakan peneliti postdoctoral di Universitas Turku, peningkatan penggunaan layar ini dipengaruhi oleh faktor perkembangan. “Masa remaja adalah saat di mana hubungan sosial menjadi sangat penting, apakah itu dengan teman atau interaksi romantis,” ujarnya.

Peningkatan waktu layar ini tercatat merata di berbagai latar belakang sosial ekonomi, namun lebih mencolok pada anak-anak dari latar belakang ekonomi yang lebih tinggi. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan akses yang lebih besar terhadap perangkat digital pribadi.

Panduan untuk Menggunakan Layar dengan Sehat

Namun, kenaikan waktu layar yang berkelanjutan ini membawa kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesehatan fisik, kesejahteraan mental, tidur, dan perkembangan anak. Selain waktu yang dihabiskan di depan layar, lingkungan digital juga dapat mengekspos anak-anak kepada perundungan siber, konten yang tidak pantas, dan standar kecantikan yang tidak realistis.

Beberapa negara telah memperkenalkan langkah regulasi sebagai respons terhadap kekhawatiran ini. Para penulis mengingatkan bahwa tanggapan yang efektif harus didasarkan pada bukti yang berkualitas tinggi. Mayoritas penelitian yang ada cenderung menekankan durasi penggunaan layar, sementara kualitas, konteks, dan konten aktivitas digital biasanya diabaikan.

Para peneliti mendorong pemjanjian riset masa depan untuk menyelidiki pendekatan yang lebih nuansa dan multidimensional, yang tidak hanya memperhatikan berapa lama anak menghabiskan waktu di layar, tetapi juga apa yang mereka lakukan secara online dan bagaimana hal itu memengaruhi kesejahteraan mereka. “Teknologi menawarkan peluang besar, namun juga membawa risiko,” kata Silwal. “Agar anak-anak dapat meraih manfaat dari lingkungan digital, kita memerlukan riset berkelanjutan, kebijakan berbasis bukti, dan upaya koordinasi dari keluarga, sekolah, komunitas, dan pemerintah.”

Tinjauan sistematis ini dibiayai oleh program INVEST Flagship dari Dewan Penelitian Finlandia dan dewan Riset Eropa di bawah program Horizon 2020 Uni Eropa untuk penelitian dan inovasi.

Untuk mendapatkan update terkait berita terbaru seputar dunia teknologi dan pemanfaatan layar di kalangan anak-anak dan remaja, kamu bisa cek lebih lanjut di berita terbaru.

Peningkatan yang dramatis dalam penggunaan layar di kalangan generasi muda ini menjadi perhatian serius bagi banyak pihak. Dengan berbagai risiko yang mungkin muncul, penting bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan untuk menjaga keseimbangan dalam penggunaan teknologi bagi anak.

Leave a Reply

To top